DAFTAR ISI JURNAL VOL 5 NO 2 2015 JULI - DESEMBER

Main Article Content

admin I Ketut Budarma Ni Made Rai Erawati N.K Dewi Irwanti Adi putra, N. IGP Adiatmika I.M Sutajaya I Gusti Bagus Rai Utama I Putu Gede Parma A.A. Bagus Wirateja Herindiah Kartika Yuni I Made Hedy Wartana I Made Hary Kusmawan Jimmy Harry P. Suarthan Agus Muriawan Putra Ni Nyoman Sri Aryanti

Abstract

Pariwisata dapat dikaji dari berbagai fenomena, dapat dilihat secara geografis,
ekonomis dan budaya, juga dapat dilakukan pendekatan dengan berbagai disiplin,
sesuai dengan kebutuhan dan focus yang dibahas. Karya tulis ini berfokus pada
pergerakan manusia dengan menggunakan transportasi udara, bagaimana transportasi
udara mendukung pengembangan pariwisata baik di Eropa maupun di Indonesia.
Pergerakan wisatawan dari suatu negara ke negara lain, biasanya melalui pintu utama
seperti Paris, London, Jakarta dan Denpasar. Kota pintu utama tersebut memiliki
bandara internasional, yang melayani penerbangan langsung. Dari kota pintu utama
ke destinasi pariwisata, para wisatawan akan menggunakan pesawat lokal, atau
penerbangan domestik. Peranan daripada Low Cost Carrier (LCC) adalah
menghubungkan mereka dari pintu masuk ke kota-kota terpencil lainnya di mana
obyek wisata terletak. LCC telah mempercepat secara signifikan pembangunan
pariwisata domestik, karena kemampuan mereka melakukan penetrasi ke daerahdaerah
dengan menggunakan bandara-dandara kecil di daerah.
Indonesia dan Eropa, keduanya memerlukan transportasi udara untuk
mengintegrasikan kawasannya. Indonesia sebagai Negara kepulauan, di mana
masing-masing pulau dipisahkan dengan laut, sangat membutuhkan jasa transportasi
udara dengan beaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. LCC dengan beaya
penerbangan yang terjangkau telah menjadi pilihan untuk memindahkan manusia
dalam negara-negara di kawasan Uni-Eropa dan negara kesatuan republik Indonesia.
Eropa sebagai negara kontinen, transportasi darat dan laut secara traditional telah
lama digunakan, namun sejak munculnya LCC, masyarakat Eropa cendrung memilih
transportasi udara untuk melakukan perjalanan di kawasan tersebut. Di Eropa LCC
telah meraup pasar yang sangat kuat, 50% dari total penumpang di Eropa
menggunakan jasa penerbangan LCC, dari 50% tersebut , 70%-nya tidak mau
melakukan perjalanan tanpa jasa LCC. Di Asia Pacific, prosentase pengguna LCC
hanya 17.6%, angka ini akan terus meningkat seiring dengan kemampuan LCC
membanguan akses. Di Indonesia LCC menempati posisi 70% dari total penerbangan
nasional di Indonesia, Garuda Airways sebagai perusahan penerbangan nasional
telah dilampaui oleh Lion Air, sebagai LCC yang sangat menonjol di Indonesia. Lion
Air sendiri meraih 40% daripada semua total penumpang pesawat udara di Indonesia.
Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya
Jurnal Perhotelan dan Pariwisata
LCC telah memainkan peranan penting , baik di Indonesia maupun di negara
Uni Eropa , untuk mengintegrasikan dan mempercepat pembangunan ekonomi
melalui pariwisata . Kontrib
transportasi udara dengan harga terjangkau bagi wisatawan domestik yang
berkunjung dalam waktu singkat (kurang dari seminggu). Angka yang tercatat pada
tahun 2010 menunjukkan bahwa 56 % dari wisatawan men
liburan pendek , sedangkan 44 % untuk liburan panjang . Angka tersebut juga
menunjukkan bahwa LCC telah digunakan untuk liburan pendek dan panjang juga.
Indonesia tidak menunjukkan angka yang jelas , namun pembangunan bandara
sekunder di Pulau Komodo , Pulau Mentawai , Mata Hora Airport dan Wakatobi
telah menunjukkan bahwa LCC telah menjadi kontribusi yang besar bagi
pengembangan pariwisata di Indonesia, khususnya dalam rangka pemerataan
pembangunan ekonomi dibidang kepariwisataan.

Article Details

How to Cite
, admin et al. DAFTAR ISI JURNAL VOL 5 NO 2 2015 JULI - DESEMBER. Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 1-2, july 2018. Available at: <http://triatmajaya.ejurnal.info/index.php/triatmajaya/article/view/81>. Date accessed: 18 jan. 2022.
Section
Articles